Bagaimana bangsa ini ingin terbebas dari kasus korupsi, apabila bibit-bibit koruptor sudah tertanam di bangku sekolah-katanya tempat orang berpendidikan-. Omong kosong jika negara ini ingin maju. Lihat saja bagaimana pondasi pendidikan yang begitu rapuh. Tidak heran jika mereka yang mengatakan wakil rakyat dan bersembunyi dibalik gelar 'orang berpendidikan' itu banyak melupakan moral.
Orang Indon selalu mempersalahkan korupsi dimana-mana. Namun mereka telah lupa, hal besar itu tentu berawal dari hal kecil yang disepelekan. Menyontek, bukankah itu adalah sebuah pupuk buat bibit para koruptor?
Suatu hal yang besar tidak akan pernah hilang jika hal-hal kecil saja masih membudaya bahkan mendarah daging. Saya tahu mungkin mereka-mereka itu belum tahu saja, tapi apakah mereka akan selamanya tak pernah tahu?
Semoga hati mereka belum benar-benar mati, sehingga tahu akan kebenaran dan kesalahan. Tak lagi fokus hanya pada suatu hal besar, tapi juga memperhatikan yang kecil. Sebuah buah tak akan tumbuh besar tanpa ada bibit-bibir berbobot. Munculnya para koruptor harus disadari memang ada bibit yang telah siap ditanam. Apakah kita akan terus membiarkan bibit itu akan terus muncul dan tertanam di bangku-bangku sekolah, yang katanya (lagi) tempat orang berpendidikan?
Yogyakarta, 4 Oktober 2013
-Saat Ulangan Tengah Semester Biologi-
Fityah Salamah

Posting Komentar